Rencana pembagian dividen interim Unilever senilai 2,51 Triliun Rupiah

Rencana pembagian dividen interim Unilever senilai 2,51 Triliun Rupiah

Unilever

source gambar : unilever.co.id

Unilever disinyalir masih mendapatkan laba sampai September 2021 lalu di mana menurut jadwal, PT Unilever Indonesia Tbk merencanakan akan membagikan dividen interim pada periode tahun buku 2021 yang merupakan periode enam bulan pertama tahun ini. Berikut ini rangkuman informasi menarik tentang dividen interim Unilever yang dirangkum dari Fortune Indonesia: Berita Ekonomi Terbaru.

  1. Definisi dividen interim

Bagi para pemburu saham, deviden interim merupakan sesuatu yang tidak asing dan ditunggu  tapi untuk Anda yang belum pernah mendengar dividen interim, proses ini merupakan sebuah dividen sementara yang dinyatakan dan dibagi kepada pemegang saham jadwal pembagian laba tahunan perusahaan yang sifatnya sementara karena masih berdasarkan penetapan direksi dan belum masuk ke dalam keputusan rapat umum pemegang saham atau RUPS.

Sementara untuk jenis keuntungan saham satu ini bisa disebut sebagai dividen tambahan yang dilakukan jika perusahaan mengalami surplus di luar perkiraan sehingga perusahaan yang melakukan dividen interim bisa dikategorikan sebagai perusahaan dengan kondisi keuangan yang meningkat secara signifikan.

  1. Persaham sebesar rp. 66

Rencana pembagian dividen interim ini sudah sesuai dengan rapat direksi PT Unilever Tbk yang disetujui dewan komisaris tepatnya pada tanggal 19 November 2021 dan dari keterangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia oleh Unilever, perseroan akan membagi dividen sebanyak 2,51 triliun dengan nilai per saham yaitu sebesar rp66.

  1. Asal-muasal dividen interim Unilever

Sudah kita bahas di atas, sebuah perusahaan melakukan dividen interim ketika perusahaan tersebut mengalami peningkatan laba dari sebelumnya dan dalam hal ini Unilever melakukan dividen yang berasal dari perolehan laba bersih Unilever semester pertama 2021 yang mencapai 3,04 Triliun Rupiah.

  1. Jadwal dan urutan pembagian dividen interim PT Unilever

Berikut ini jadwal lengkap pembagian dividen PT Unilever yang dilansir dari Fortune Indonesia dimulai tanggal cum dividen atau tanggal terakhir investor yang ingin membeli saham perseroan dan memiliki hak untuk mendapatkan dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi yaitu per tanggal 29 November 2021. Tanggal ex dividen di mana para pemegang saham yang membeli saham pada tanggal tersebut tidak lagi memiliki hak untuk mendapatkan dividen baik di pasar reguler maupun pasar negosiasi yaitu tertanggal 30 November 2021.

  1. Lanjutan jadwal pembagian dividen

Selanjutnya ada tanggal cum dividen di pasar tunai yaitu per tanggal 1 Desember 2021 sementara tanggal ex dividen di pasar tunai yaitu per tanggal 2 Desember 2021. Untuk tanggal daftar pemegang saham atau TPS yang memiliki hak atas dividen tunai yaitu per tanggal 1 Desember 2021 sementara tanggal pembayaran dividen secara serentak dimulai dari 16 desember 2021.

  1. Harga saham Unilever

Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia, saham Unilever dirilis oleh Fortune Indonesia harga saham dengan kode UNLV berada pada posisi rp4.840 per lembar saham di mana kenaikannya secara bulanan menjangkau 5,68%. Jika diperhatikan dengan baik-baik dalam jangka panjang, harga saham emiten Unilever justru terus menurun dimana dalam rentang 6 bulan terakhir saja UNLV sudah terkoreksi 15,4% Bahkan dalam jangka tahunan atau year-on-year turun sebanyak 38,1%.

  1. Turunnya kinerja perusahaan

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja perusahaan mengalami penurunan, bulan-bulan pertama 2021, Unilever mencatatkan penurunan laba sebanyak 19,5% atau senilai 4,38 triliun. Penurunan ini sebanding dengan penyusutan perusahaan sebanyak 7,5% jualan utama penjualan kebutuhan rumah tangga dan peralatan terkoneksi sebanyak 12,0% sehingga mencapai nilai 20,05 triliun Rupiah.

  1. Tantangan perusahaan

Menurut Ira Novarti, direktur Utama PT Unilever perusahaan memang menghadapi tantangan dimana pasar barang konsumen saat ini bergerak begitu cepat atau fast moving terutama pada kuartal ketiga 2021 yang tentu saja merupakan imbas dari penerapan PPKM di beberapa wilayah di Indonesia. Tentu saja berdampak pada pola konsumsi masyarakat dan mengganggu pertumbuhan perusahaan di mana kenaikan biaya produk yang diakibatkan kenaikan harga biaya produksi tetapi tidak bisa dibarengi dengan kenaikan harga produk Unilever secara langsung dan optimal.