7 Pusat Pendidikan Masa Rasulullah

7 Pusat Pendidikan Masa Rasulullah

Pendidikan merupakan salah satu aspek dari pendekatan dakwah yang dilakukan oleh Nabi ketika merebak Islam. Namun, pada masa Nabi. sekolah yang tidak dikenal seperti sekarang. Dan berikut tujuh lokasi pendidikan yang digunakan Nabi. baik di Makkah maupun setelah pindah ke Madinah.

Darul Arqam

Sekitar tiga tahun Nabi. dilakukan dengan diam-diam diucapkan di Mekah, akhirnya jumlah yang masuk Islam sampai tiga puluh orang. Lihat ini, Nabi. berinisiatif untuk meningkatkan keimanan dan agama islam dari teman-teman ini di tempat khusus.

Baca juga yuk mengenai doa tahlil pada tautan tersebut.

Rumah Al Arqam bin Abil Arqam dipilih, yang terletak di bawah bukit Shafa, dekat Masjid Suci. Namun tempat ini tersembunyi dari ilmu para Musyrikin saat itu.

Tidak diketahui saat ini apa yang akan dia lakukan setelah meninggalkan pos. Namun, rumah milik Arqam dianggap sebagai tempat yang lebih aman daripada rumah Nabi sendiri. Selain itu tempatnya lebih strategis yaitu sangat dekat dengan Masjidil Haram sehingga memudahkan umat Islam untuk beribadah di dalam masjid.

Sangat disayangkan rumah yang juga ditempati Umar ra untuk masuk Islam di tahun keenam Hijriyah tidak ditemukan lagi. Karena rumah tersebut dijual kepada Abu Jafar al Manshur, penguasa saat itu.

Rumah Nabi Saw.

Awalnya situasi keamanan di Mekkah sangat berbahaya bagi umat Islam. Namun, Umar bin al Khattab pasca-Islam situasi ini berubah. Situs studi yang berasal dari rumah Al-Arqam kini telah dipindahkan ke rumah Nabi sendiri.

Lebih banyak orang yang masuk Islam. Dia datang ke rumah Nabi. untuk membaca dan mempelajari Alquran beserta penjelasannya.

As Suffah

Setelah pindah ke Madinah, pekerjaan pertama kali dilakukan oleh Nabi. mereka sedang membangun masjid. Salah satu ruangan masjid digunakan khusus untuk mengajarkan agama Islam. Ruangan khusus ini dikenal dengan As Suffah, yang juga merupakan tempat berteduh bagi siswa (teman) yang kurang mampu, oleh karena itu disebut ahlus suffah.

Menurut Dr. Pendidikan Muhammad Mustafa Azami sebagai Suffah adalah perguruan tinggi pertama dalam sejarah Islam. Karena jumlah murid Suffah berubah dengan mudah. Tapi rata-rata 400 orang. Di antara mereka ada teman Abu Hurairah.

Darul Qurra

Al Qurra adalah bentuk jamaic dari kata al reciter. Linguistik artinya pembaca. Artinya, Alquranlah yang mengajari para pembaca Alquran.

Darul Qurra digunakan sebagai tempat pendidikan Islam pada masa Nabi. itu awalnya rumah Makhramah bin Naufal. Namun tidak jelas, Darul Qurra merupakan asrama bagi siswa yang belajar Alquran atau sekedar madrasah al-Quran atau keduanya, madrasah juga merupakan asrama.

Kuttab

Al Kuttab adalah bentuk tunggal, bentuk jamak adalah Katatib, artinya tempat belajar. Di masa Nabi. terkenal dengan banyak kuttabnya. Biasanya kuttab ini digunakan khusus untuk pendidikan anak-anak seperti Taman Kanak-kanak atau TPQ sekarang.

Ini adalah pengakuan Abdullah ibn Masud bahwa dia dan Zaid ibn Thabit mempelajari sekitar tujuh puluh ayat Alquran di Kuttab langsung dari Nabi. Saat itu, Zaid bin Thabit masih memiliki rambut tft. Dan anak berambut atas adalah anak kecil.

Apakah kalian sudah tau apa saja hukum tajwid? Jika belum tau silahkan bisa baca-baca.

Masjid

Pada awal masuknya Islam di Madinah, terdapat sembilan masjid termasuk masjid Nabi. Selain untuk shalat, kebanyakan masjid juga digunakan untuk tempat belajar.

Rumah Sahabat Nabi Saw.

Selain tempat-tempat diatas, rumah para sahabat Nabi SAW. juga digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Saat Nabi SAW. kedatangan tamu dari sekitar Madinah, beliau ditempatkan di rumah para Sahabat. Selain bermalam, ia juga belajar tentang Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. pemilik rumah.

Begitu pula saat Nabi melihat. menerima tamu dari kelompok Abdul Qais, dan kemudian mereka tinggal di Madinah selama sepuluh hari. Abdullah al Asyajj, yang merupakan pemimpin kelompok itu, tinggal di rumah Ramlah binti Haris. Selama berada di sana, dia sering bertanya kepada Nabi. tentang ayat-ayat Alquran dan tentang hukum Islam. Sedangkan tamu lain yang menginap di rumah teman Ansar juga belajar dari teman setiap malam. Selain itu, ketika seorang tamu dari suku Ghamid mengunjungi Nabi, dia belajar tentang Al-Qur’an di rumah Ubay bin Kaab.

Inilah tujuh lokasi yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada masa Nabi. Namun, Nabi saw. tidak hanya membatasi aktivitas belajar teman sebayanya di dalam ruang saja. Karena meski di tengah perjalanan Nabi. juga mengajak teman-temannya untuk bertanya tentang masalah agama. Pada satu kesempatan itu adalah Nabi. biasanya duduk di suatu tempat sambil mengirimkan ajaran Islam kepada teman-temannya di sekitarnya.