Manfaat dan Tujuan Inventaris untuk Perusahaan

Manfaat dan Tujuan Inventaris untuk Perusahaan

Pengertian Inventaris

Menurut KBBI, inventaris adalah daftar yang berisi semua barang milik institusi, sekolah, perusahaan, dan sebagainya yang digunakan di dalam menjalankan tugas. Sementara menurut Soemarso S.R, inventaris adalah semua barang yang perusahaan gunakan atau karton yang berisi jumlah, harga, jenis, dan kondisinya. Secara umum, inventaris adalah daftar yang berisi barang milik suatu perusahaan, institusi, atau pabrik untuk keperluan operasional atau produktivitas perusahaan.

Singkatnya, istilah ini juga bisa kita sebut sebagai daftar persediaan barang dalam perusahaan. Daftar pencatatan tersebut nantinya akan jadi acuan data dalam penyusunan laporan keuangan. Juga memudahkan pengecekan dan pengelolaan inventaris perusahaan.

 

Manfaat Mengelola Inventaris

Inventaris adalah salah satu hal esensial yang perlu kita kelola dengan baik untuk menjaga kelancaran bisnis/usaha. Dengan melakukan pengelolaan inventaris, manfaat yang bisa kamu dapatkan adalah sebagai berikut.

1. Memudahkan Pengawasan Aset

Melakukan inventarisasi akan memudahkan karyawan dan pemilik usaha di dalam melakukan pengecekan pada tiap-tiap aset milik perusahaan. Data inventaris yang tercatat juga akan membuat semua aset perusahaan jadi lebih safe dengan jelas jumlah, kondisi, dan lokasi aset tersebut berada.

 

2. Meminimalisasi Penyusutan Inventaris

Istilah penyusutan atau depresiasi di dalam akuntansi berarti berkurangnya nilai jual pada suatu barang. Penyusutan pada persediaan barang kebanyakan terjadi karenakan kekeliruan manusia yang berakibat pada pengurangan atau penyusutan kuantitas inventaris perusahaan. Untuk menjauhkan risiko tersebut, perlu adanya pengelolaan persediaan barang dengan mengakumulasikan penyusutan pada kolom aktiva laporan keuangan. Dengan begitu, kuantitas kekayaan perusahaan dan penyaluran aset pun bakal terorganisasi dengan baik, sehingga situasi finansial perusahaan pun bisa terkendali.

 

3. Meningkatkan Pelayanan Terhadap Konsumen

Pengelolaan persediaan barang juga bisa memantau kuantitas persediaan barang penjualan yang berimbas pada kepuasan konsumen. Pasalnya, customer bakal lebih loyal terhadap produk yang stok barangnya tersedia. Dengan begitu, layanan terhadap kastemer pun bakal meningkat dan bisa jadi langkah pemasaran dari mulut ke mulut.

 

4. Sebagai Tolak Ukur Kinerja Pengelolaan Inventaris

Efektivitas kinerja pengelolaan persediaan barang bisa kamu ukur dengan menggunakan Key Performance Indicators (KPI). Angka yang keluar pada KPI akan memudahkan kamu untuk mengetahui pencapaian perusahaan di dalam mengelola persediaan barang dan menerapkan manfaat akuntansi.

 

Tujuan Mengelola Inventaris

Adapun tujuan inventarisasi adalah sebagai berikut:

• Menjaga sarana prasarana milik instansi atau perusahaan.

• Memudahkan di dalam mengontrol inventaris pada penggunaan budget perusahaan.

• Menjadi bahan pertimbangan di dalam pengadaan atau pemeliharaan aset.

• Membantu perencanaan, penyaluran, pemeliharaan, dan penyimpanan aset milik instansi atau perusahaan.

• Sebagai pedoman untuk mengkalkulasi nilai kekayaan aset.

• Mempercepat proses pembuatan laporan.

• Sebagai bahan acuan jika terjadi kecurangan pegawai atau pencurian di dalam instansi/perusahaan.

• Untuk memeriksa dan mengontrol keluar masuknya barang, juga barang hibah/pemberian.

 

Cara Mengelola Inventaris dengan Tepat

Sebagai salah satu hal esensial di dalam perusahaan, maka pengelolaan inventaris juga perlu kita lakukan dengan tepat. Cara mengelola persediaan barang yang bisa kamu terapkan di dalam usaha/bisnis adalah sebagai berikut:

1. Tentukan Penanggung Jawab Inventaris

Cara pertama di dalam mengelola persediaan barang adalah dengan memilih penanggung jawab yang terpercaya dan bisa melakukan inventory control. Pilih penanggung jawab yang jelas perihal seluk beluk inventaris dan bisa membuat laporan terperinci, akurat, dan terpercaya kepada pimpinan. Pastikan juga orang tersebut bisa melakukan audit, pengembalian maupun isikan ulang.

 

2. Beri Kode dan Barcode pada Setiap Barang

Untuk memudahkan pengecekan dan pelacakan kuantitas stok, maka tiap-tiap barang perlu memiliki kode dan barcode. Pemberian kode dan barcode pada tiap-tiap barang bakal meminimalisasi kehilangan stok atau ketidaksesuaian di dalam catatan.

 

3. Pantau Stok dan Lakukan Audit Secara Berkala

Persediaan barang pasti perlu selalu terpantau demi mengurangi kekosongan barang atau bahkan deadstock. Sehingga kamu bakal lebih mudah untuk membuat estimasi produksi atau pemesanan barang di dalam jumlah tepat. Audit secara berkala juga perlu untuk mengatur jumlah stok di dalam gudang dengan catatan pada sistem. Jika terdapat perbedaan pada jumlah stok dan catatan, maka perlu segera kamu telusuri letak penyebab ketidaksesuaian tersebut.

 

Contoh Daftar Inventaris untuk Kantor atau Perusahaan

Daftar inventaris amat penting untuk pengelolaan bahan atau produk yang bakal kita jual kembali. Dengan membuat daftar ini, maka transparansi dan akuntabilitas bakal terbentuk, dan juga bisa menghemat anggaran perusahaan dan sebagai pengambilan keputusan.

Untuk membuat daftarnya, bisa kamu lakukan secara simpel menggunakan program seperti Excel. Berikut adalah contoh daftar inventaris untuk kantor atau perusahaan yang bisa kamu membuat dengan Microsoft Excel.