Kembangakan UMKM-mu Hingga Pasar Internasional!

Kembangakan UMKM-mu Hingga Pasar Internasional!

UMKM adalah usaha perdagangan yang dikelola oleh badan usaha ataupun perorangan yang merujuk pada usaha ekonomi produktif sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008.

UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah merupakan istilah yang sangat melekat bagi masyarakat Indonesia. Memang istilah ini diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia untuk kebijakan-kebijakan perekonomian Indonesia.

UMKM sangatlah berbeda dengan perusahaan yang sudah bonafit. Dari pengertian pun sudah jelas jika kategori usaha yang masuk ke dalam UMKM paling maksimal berada di tahap menengah.

Memang dalam keseharian kita pun hampir tidak luput dengan urusan UMKM. Ketika ingin membeli di warung kelontongan atau membeli gas di warung agen, secara tidak langsung kita sedang berurusan dengan UMKM.

Di sore hari atau bahkan malam hari kita memilih makan di warung makan ayam bakar ataupun nasi goreng itu juga merupakan salah satu keterkaitan dengan UMKM sehari-harinya.

Bisa juga ketika kita ingin memperbaiki peralatan elektronik kita seperti komputer ataupun handphone, itu juga contoh usaha yang masuk ke dalam kategori UMKM.

Berdasarkan penjelasan Undang-Undang Republik Indonesia Tahun Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih tidak lebih dari Rp50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan) atau hasil penjualan tahunan paling tinggi sebesar Rp300 juta. Untuk Usaha Kecil memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50 juta dan tidak lebih dari Rp500 juta atau hasil penjualan lebih dari Rp300 juta dan tidak lebih dari Rp2,5 milyar. Untuk Usaha Menengah, memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500 juta hingga Rp10 milyar atau hasil penjualan lebih dari Rp2,5 milyar dan tidak lebih dari Rp50 milyar.

Meski skala bisnis yang diterapkan oleh UMKM tidak sebesar perusahaan kelas kakap, tetapi kenyamanan berbisnis di level ini dinilai sangat baik dibandingkan bisnis kelas kakap.

Keunggulan yang pertama adalah kemudahan dalam mengadopsi inovasi dalam bisnis, terutama dunia teknologi. Kehadiran teknologi dan mengadopsinya menjadi lebih mudah untuk mengembangkan bisnis UMKM. Hal ini juga didukung dengan sistem birokrasi yang tidak mempersulit dan tidak berbelit-belit bagi pelaku UMKM.

Keuntungan kedua tentunya hubungan antar karyawan yang lingkupnya lebih kecil dan fleksibiltas untuk menyesuaikan bisnis dengan kondisi pasar yang sangat dinamis di era milenial ini.

Belum lagi, perekonomian di Indonesia dan juga ASEAN sebesar 88,8%-99% dilakukan dalam bentuk usaha mikro, kecil dan menengah. Penyerapan tenaga kerja di level ini pun mencapai 50%. Oleh karena itu pengembangan UMKM dinilai sangat perlu demi kemajuan perekonomian nasional.

Mungkin banyak juga yang belum tahu bagaimana caranya mendaftarkan usahanya sebagai UMKM. Berikut yang perlu dilakukan untuk mendapatkan surat Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) secara online:

  1. Surat pengantar dari RT dan RW yang terkait dengan lokasi usaha.
  2. Fotokopi KTP penanggung jawab usaha.
  3. Fotokopi Kartu Keluarga penanggung jawab usaha.
  4. Pas foto berwarna berukuran 4×6 sebanyak 2 lembar.
  5. Formulir IUMK yang telah diisi, meliputi nama, nomor KTP, nomor telepon, alamat, kegiatan usaha, sarana usaha dan jumlah modal usaha. Bisa dilakukan dengan cara online di https://www.oss.go.id/oss/
  6. Pelaku usaha harus memiliki alamat email yang aktif dan password yang mudah diingat.

Setelah mendaftar UMKM, kalian juga bisa bergabung dengan PaDi UMKM atau Pasar Digital UMKM. Pasar Digital UMKM merupakan platform digital yang dibentuk oleh pemerintah demi memperluas akses pasar pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Keuntungan lainnya dari PaDi UMKM atau Pasar Digital UMKM adalah pelaku UMKM bisa memiliki kesempatan untuk menjadi vendor pengadaan barang dan jasa BUMN di seluruh Indonesia. Tentu saja hal itu sangat baik bagi perkembangan dunia UMKM Indonesia.

Jadi tunggu apalagi? Segera daftarkan UMKM kalian dan bergabung bersama PaDi UMKM!