APA ITU EXPOSURE DALAM FOTOGRAFI?

APA ITU EXPOSURE DALAM FOTOGRAFI?

 

 
Maksud dan tujuan memahami Exposure adalah untuk Memaksimalkan Kreatifitas Dalam fotografi

Bagi Anda yang masih baru “memegang” kamera, khususnya DSLR, mode Auto pada kamera dapat memudahkan dalam melakukan pemotretan. Anda tidak perlu lagi melakukan settingan apapun pada kamera, tinggal bidik dan shoot. Sangat simpel…

Dengan memakai mode auto ini, kamera akan memilih settingan paling tepat agar foto tidak under exposure(terlalu gelap) atau over exposure(terlalu terang). Lampu Flash akan menyala jika foto dianggap terlalu gelap, dan sebaliknya akan diam/mati jika kamera menganggap bahwa cahaya yang diperlukan untuk pemotretan sudah pas. Canggih bukan?

Hanya saja, dengan memilih mode Auto ini, kreatifitas Anda sebagai pemegang dan pengambil foto dibatasi karena hasil foto yang didapat dengan mode Auto ini adalah hasil seperti apa yang kamera mau, bukan berdasarkan seperti apa yang diinginkan si fotografer. Coba Anda lihat gambar dibawah ini :

Aliran air seperti foto diatas bisa dibilang sangat tidak mungkin jika menggunakan mode Auto pada kamera. Itu harus melalui beberapa settingan Eksposur yang dilakukan Fotografer sehingga mendapatkan foto aliran air yang tampak lembut dan halus. Jika Anda pernah melihat foto pemandangan malam suatu kota dengan lampu-lampu menakjubkan, foto seseorang dengan background blur (lebih dikenal dengan istilah bokeh), atau foto pemandangan alam dengan langit yang bertabur bintang, itu adalah beberapa contoh pengaruh dari settingan angka Eksposur pada kamera.

Nah, bagi Anda yang tertarik atau ingin “naik kelas” dari mode Auto pada kamera serta ingin lebih memaksimalkan lagi kreatifitas dalam fotografi, Anda harus mengenal dan paham dulu tentang Eksposur dalam fotografi.

Jadi, Apa Itu Exposure Dalam Fotografi?

Pada Intinya Eksposur/Exposure adalah jumlah cahaya yang diterima sensor dalam sebuah kamera untuk menghasilkan sebuah foto. Sensor ini menerima pantulan cahaya dari objek foto dan selanjutnya diproses untuk dijadikan sebuah foto. Mungkin akan lebih baik jika Anda membaca sekilas tentang bagaimana kamera bisa menghasilkan sebuah foto.

Ketika kita mendapatkan hasil foto terasa lebih gelap (under exposure) artinya sensor menerima jumlah cahaya yang kurang. Jika mendapatkan hasil foto yang terlalu terang (over exposure) artinya sensor terlalu banyak menerima cahaya.

Secara standar, foto yang baik adalah foto dengan eksposure yang pas. Akan tetapi bukan berarti foto Under Exposure atau Over Exposure itu harus dihindari. Semua tergantung kreatifitas dan keinginan fotografer.

Coba perhatikan dua foto dibawah ini. Gambar 1 adalah foto under exposure. Si fotografer menurunkan sedikit angka Eksposur, sehingga objek foto akan jadi gelap namun langit terlihat indah.

1

Sedangkan gambar 2 adalah foto Over Exposure. Fotografer menaikkan angka Eksposure sehingga foto lebih terlihat cerah dan bersih.

2

Bagaimana Cara Mengatur Exposure dalam Fotografi?

Ada tiga elemen yang harus Anda pahami untuk  dapat mengatur angka Exposure agar sesuai dengan keinginan. Ketiga elemen ini biasa disebut dengan Segitiga Exposure atau Segitiga Fotografi. Ini adalah kunci dasar yang harus Anda kuasai untuk bisa lebih mendalami ilmu fotografi. Ketiga elemen itu adalah Aperture, Shutter Speed dan ISO.

Sekali lagi saya menyarankan, agar lebih mudah memahami segitiga exposure ini, Anda membaca dulu tentang bagaimana kamera bisa menghasilkan sebuah foto. Karena ketiga elemen ini berkaitan dengan bagaimana cahaya masuk dan berinteraksi dengan kamera.

Secara singkat, Aperture adalah seberapa besar lobang pada lensa ketika foto diambil. Shutter speed adalah rentang waktu yang dibutuhkan “jendela” didepan sensor tetap terbuka agar cahaya bisa masuk menuju sensor. ISO adalah seberapa sensitifnya sensor menerima cahaya.

Saya sudah membahas pada dua postingan sebelumnya tentang Apa itu Segitiga Exposure dan Apa Pengaruhnya Pada Hasil Foto. Dua postingan tersebut semoga bisa memberi manfaat untuk dapat lebih memahami Eksposur dalam Fotografi ini.