Alat untuk membuat aplikasi Android selain Android Studio

Alat untuk membuat aplikasi Android selain Android Studio

 

Dalam membuat aplikasi Android tentu saja teman telah mengetahui alat yang paling umum digunakan atau bisa dibilang sering digunakan oleh pengembang Android, yaitu Android Studio. Selain dari Android Studio Ada beberapa alat lain yang dapat kami gunakan untuk membuat aplikasi Android. Artikel ini, kami akan membahas alat lain selain Android Studios yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi Android.

 

Xamarin adalah pengembangan perangkat lunak, alat-alat ini dapat digunakan untuk membuat aplikasi seluler berbasis Android, iOS dan Windows Phone. Dibuat oleh perusahaan perangkat lunak yang berlokasi di San Francisco, California dan berdiri sejak Mei 2011. Xamarin sendiri memiliki dua ide yang terdiri dari Xamarin terintegrasi Microsoft Visual Studio dan Xamarin Studio. Untuk pengembang aplikasi yang menggunakan sistem operasi komputer Windows dan alat pengembangan studio Microsoft Visual cocok untuk menggunakan Xamarin Integrated Microsoft Visual Studio. Tetapi ketika menggunakan komputer dengan sistem operasi Macintosh, Anda harus menggunakan XAMARIN Studio. Tentu saja dengan keberadaan Xamarin ini sangat mudah bagi pengembang aplikasi yang terbiasa menggunakan bahasa pemrograman C # untuk mengembangkan aplikasi pada beberapa platform sekaligus. Partai Xamarin juga menyatakan bahwa aplikasi yang dibuat menggunakan alat pengembangan ini akan sebagus aplikasi asli di Android menggunakan Java dan iOS menggunakan Objective-C atau Swift. Ini adalah solusi untuk programmer yang menguasai pemrograman C #.

 

Apache Cordova adalah platform untuk membuat aplikasi seluler menggunakan HTML, CSS dan JavaScript. Didukung antara Android lain, iOS, Windows Phone dan BlackBerry.

 

Apache Cordova menyediakan berbagai plug-in api untuk memudahkan pengembang dalam mengembangkan aplikasi dengan mengakses beberapa fungsi seperti {status | Standing} Baterai, kamera, kontak, perangkat, akselerometer, kompas, sistem file, geolokasi, media, informasi jaringan, dan lainnya. saya. Dengan kata lain kita dapat membuat aplikasi Android hanya menggunakan HTML, CSS dan JavaScript.

 

Ionic adalah framewok aplikasi mobile berbasis HTML5 yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi seluler dengan teknologi {web | Net | Internet} Suka HTML, CSS, dan Javascript. Jika teman menggunakan ion, teman tidak perlu mempelajari bahasa pemrograman java, objektif C, atau C # untuk membuat aplikasi Android karena teman cukup untuk menggunakan pekerjaan pemrograman web.

 

Ionic sendiri terbuka {sumber | Pasokan} dan gunakan teknologi {web | Net | Internet terbaru} adalah html5. Ionic juga menggunakan JS Angular untuk implementasi logikanya. Kabarnya, menggunakan aplikasi JS Angular yang dibuat menggunakan ion akan dapat berjalan dengan sangat cepat serta aplikasi asli.

 

 

Reaksi asli adalah salah satu kerangka kerja JavaScript yang kami gunakan untuk mengembangkan aplikasi seluler. Dengan reaksi asli kita akan merasakan sensasi membuat aplikasi yang sangat dekat bahkan tidak dapat dibedakan dengan aplikasi asli, perpustakaan yang tersedia di reaksi asli memang Nativenya, sehingga aplikasi yang akan diintegrasikan dengan aplikasi asli yang sebenarnya . Tidak seperti kerangka ion, jika kerangka ion adalah {web | Net | Aplikasi Internet}, reaksi asli itu sendiri adalah {nyata | Sebenarnya} asli. Teman dapat menentukan kerangka kerja ion atau bereaksi asli dalam membuat aplikasi Android nanti. Salah satu fitur menarik dari teman-teman telah melihat perbedaan antara Android dan iOS dalam hal UI & UX? Sangat berbeda bahkan tidak sangat berbeda. Reaksi asli benar-benar peduli tentang hal itu dengan membuat rendering {komponen | Elemen | Bagian} berbeda antara iOS dan Android tetapi ada beberapa {komponen | Elemen | Bagian} Kami juga dapat menggunakan bersama antara Android dan iOS. Jadi kita bisa membuat dua aplikasi, yaitu iOS dan Android pada saat yang sama.